Artikel & Wawasan
Education 14 Views

Dokter yang Jago Suntik Belum Tentu Punya Pasien Loyal. Bisa Jadi, Masalahnya Ada di Cara Kamu Berkonsultasi

Teknik injeksi sudah dikuasai dan hasil treatment terlihat baik. Namun, pasien tidak kembali atau tidak pernah merekomendasikan dokter kepada orang terdekatnya. Apakah masalahnya selalu ada pada hasil treatment? ...

Dokter yang Jago Suntik Belum Tentu Punya Pasien Loyal. Bisa Jadi, Masalahnya Ada di Cara Kamu Berkonsultasi
Teknik injeksi sudah dikuasai dan hasil treatment terlihat baik. Namun, pasien tidak kembali atau tidak pernah merekomendasikan dokter kepada orang terdekatnya. 

Apakah masalahnya selalu ada pada hasil treatment

Belum tentu. 

Dalam praktik aesthetic medicine, pengalaman pasien tidak hanya dibentuk oleh hasil akhir, tetapi juga oleh bagaimana konsultasi dilakukan. 

Pasien Tidak Hanya Menilai Hasil Treatment 

Konsultasi bukan sekadar tahap sebelum prosedur. 

Kebutuhan pasien perlu digali, ekspektasi perlu dipahami, dan alasan di balik rekomendasi treatment perlu dijelaskan. 

Pasien mungkin datang dengan permintaan filler atau botulinum toxin, tetapi bukan berarti prosedur tersebut selalu menjadi pilihan yang paling sesuai. 

Ketika keputusan dapat dipahami dan kebutuhan pasien benar-benar didengarkan, patient trust dapat dibangun dengan lebih baik. 

Upselling Bukan Satu-Satunya Cara Mencapai Target 

Dalam praktik estetika, upselling bukan satu-satunya cara untuk mencapai target. 

Dalam jangka panjang, proper selling justru dapat membantu membangun credibility dan kepercayaan pasien. Namun, proper selling bukan berarti menawarkan sebanyak mungkin treatment. 

Rekomendasi seharusnya diberikan berdasarkan kebutuhan pasien. 

Di sinilah kemampuan konsultasi dan komunikasi dokter menjadi penting. Menawarkan bukan berarti memaksakan. Merekomendasikan bukan berarti melakukan upselling

Konsultasi Juga Perlu Dipelajari 

Kemampuan melakukan konsultasi dapat dilatih, mulai dari menggali kebutuhan pasien, mengelola ekspektasi, menjelaskan pilihan treatment, hingga membangun komunikasi yang profesional. 

Hal tersebut menjadi bagian dari pengembangan kompetensi di Dermaesthetics Academy. 

Bagi dokter yang baru memasuki aesthetic medicine maupun yang ingin meningkatkan kemampuan konsultasinya, Short Course Consultation with dr. Stiven Eli dapat menjadi pilihan pembelajaran yang lebih terfokus. 

Melalui pembelajaran bersama dr. Stiven Eli, kemampuan konsultasi dan komunikasi dapat dikembangkan agar rekomendasi treatment dapat disampaikan secara lebih tepat dan tetap berorientasi pada kebutuhan pasien. 

Karena hasil treatment dapat membuat pasien puas. Tetapi konsultasi yang baik dapat membuat pasien percaya. 

Bangun kemampuan konsultasi dan komunikasi yang lebih tepat bersama Dermaesthetics Academy. 
Author

Admin D

Talk to us